Facebook BPMD Kalimantan Utara
Selamat datang di BPMD Prov. Kalimantan Utara

Tantangan dan Peluang

Untuk lebih memudahkan pencapaian keberhasilan tugas Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalimantan Utara, maka diperlukan faktor-faktor kunci keberhasilan (Critical Success Faktor). Untuk menetapkan faktor kunci keberhasilan tersebut perlu adanya Analisa Lingkungan Internal (ALI) maupun Eksternal (ALE) dengan pendekatan SWOT (Strengths, Weaknesses, Oppurtunities, Theats).

Strategi dirancang melalui analisa lingkungan internal dan eksternal, dengan mempertimbangkan nilai luhur sebagai berikut :

  1. Kerja sama
  2. Keberhasilan
  3. Kepastian Masa Depan

Analisas Lingkungan Internal (ALI) terdiri atas kekuatan (Strengths) dan kelemahan (Weaknesses), sedangkan Analisa Lingkungan Eksternal (ALE) terdiri dari peluang (Oppurtunities) dan ancaman (Threats).

A. Kekuatan

Beberapa hal yang dapat dikategorikan sebagai kekuatan dan berasal dari internal dan bisa di kontrol (Controllable) adalah :

  1. Jumlah sumber daya manusia yang memadai.
  2. Komitmen pimpinan yang kuat untuk meningkatkan kinerja organisasi sehingga bisa memacu bawahan untuk bekerja lebih optimal.
  3. Koordinasi yang baik dengan Masyarakat atau perangkat Desa/Kelurahan.
  4. Tersedianya dana dalam pelaksanaan program dan kegiatan yang memadai

B. Kelemahan

  1. Kualitas SDM belum optimal.
  2. Belum tersedianya data potensi desa dan kelurahan yang komprehensif.
  3. Data dan informasi teknologi tepat guna belum tersedia secara komprehensif.
  4. Belum optimalnya koordinasi, integrasi dan sinkronisasi pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan desa.

C. Peluang

Peluang yang berasal dari lingkungan eksternal dan teridentifikasi dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.
  2. Peraturan Gubernur Kalimantan Utara Nomor 07-10 Tahun 2014 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Utara
  3. Telah Terbentuknya LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat).

D. Ancaman

Ancaman yang dapat teridentifikasi adalah :

  • Pemerintah Desa/Kelurahan belum secara efektif mengimplementasikan pola pembangunan partisipatif (atau pembangunan yang bertumpu pada peran aktif masyarakat).
  • Masih terbatasnya peran lembaga masyarakat dalam mendorong peningkatan kemampuan, partisipasi dan rasa tanggung jawab masyarakat dalam proses pengelolaan pembangunan

Dari analisa SWOT tersebut diatas, maka dapat ditentukan faktor-faktor kunci keberhasilannya sebagai berikut :

  1. Strategi SO (Memaksimalkan Kekuatan untuk Memanfaatkan Peluang).
    1. Memaksimalkan fungsi-fungsi pelayanan disetiap Bidang pada Badan Pemberdayaaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana dan Pemerintahan Desa.
    2. Memaksimalkan peran Lembaga Masyarakat melalui koordinasi yang baik.
  2. Strategi ST( Memaksimalkan kekuatan untuk mengurangi ancaman).
    1. Memaksimalkan Sumber dana untuk membiayai kegiatan Program dan kegiatan.
    2. Memberikan bimbingan teknis, pembinaan, pelatihan, memotivasi, memfasilitasi, memberikan bantuan dan pengawasan kepada masyarakat/lembaga masyarakat dan aparatur Desa/Kelurahan dibidang ketahanan dan sosial budaya masyarakat, bidang ekonomi masyarakat, bidang teknologi tepat guna, bidang pemerdayaan perempuan dan perlindungan anak, bidang keluarga berencana serta bidang pemerintahan desa.
  3. Strategi WO (Meminimalkan kelemahan untuk menangkap peluang)
    1. Pelaksanaan pelatihan teknis/fungsional, kursus yang mengikutsertakan pegawai secara berkala dan terencana untuk meningkatkan kualitas SDM.
    2. Pemutakhiran informasi data potensi desa dan kelurahan yang komprehensif serta informasi teknologi tepat guna melalui pemberdayaan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat.
  4. Strategi WT (Meminimalkan kelemahan untuk menghindari ancaman)
    1. Mengembangkan data statistik/grafik berbasis database kelembagaan masyarakat dengan melakukan pemutakhiran data sebagai bahan informasi.
    2. Optimalisasi koordinasi, integrasi dan sinkronisasi diberbagai bidang dalam rangka peningkatan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Keluarga Berencana dan Pemerintahan Desa.

Komunikasi